02 Mei 2009

Pemprov Jabar Ingin Tingkatkan Tenaga Kesehatan Terampil

20 April 2009

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 20/04] Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan penandatanganan Adendum terhadap Kesepakatan bersama antara Pemprov Jabar dengan Unpad tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Acara ini berlangsung di Executive Lounge, Gedung Rektorat Baru Lantai 2, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (20/04). Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia, serta dihadiri oleh perwakilan dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jabar beserta jajarannya dan para Pembantu Rektor, Dekan dan segenap jajaran di lingkungan Unpad.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, (kiri) dan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, berjabat tangan usai menandatangani adendum kerja sama (Foto: Tedi Yusup)

Adendum ini merupakan tambahan dari kesepakatan bersama sebelumnya antara Pemprov Jabar dan Unpad yang telah ditandatangani pada tahun 2006 mengenai kerja sama serupa. Hal yang menjadi tambahan pada adendum ini adalah perihal kerja sama di bidang pendidikan. Kali ini Pemprov Jabar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jabar bekerjasama dengan Unpad untuk bidang pendidikan tenaga kebidanan, kedokteran, baik dokter umum maupun dokter spesialis, tenaga kedokteran gigi, dan tenaga farmasi. Selain itu, rencana selanjutnya adalah kerjasama dengan dinas-dinas terkait yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pertanian, peternakan dan perikanan.

Gubernur Jabar pada sambutannya mengatakan bahwa Jawa Barat dengan jumlah penduduknya yang besar, tetapi memiliki tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan yang sangat tinggi. “Untuk mengatasi masalah itu, Jabar membutuhkan banyak tenaga bidan terampil khususnya di desa-desa terpencil. Selain itu dibutuhkan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, dokter gigi dan apoteker,” jelas Ahmad Heryawan.

Gubernur juga menjelaskan, Jabar kaya akan sumber daya alamnya, tetapi kurang bisa mengelola dengan baik. “Diharapkan dengan kesepakatan ini akan melahirkan lulusan-lulusan yang mampu mengelola Jabar ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Jabar,” ujar Ahmad Heryawan.

Usai acara, Gubernur Jabar menjawab pertanyaan para wartawan (Foto: Tedi Yusup)

Menanggapi rendahnya kualitas masyarakat Jabar yang dtunjukkan dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, Rektor Unpad menjelaskan bahwa Unpad memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Sebagai perguruan tinggi yang ada di Jabar, Unpad memiliki visi untuk meningkatkan kualitas SDM di Jabar,” ujar Prof.Ganjar.

Berkaitan dengan kerjasama ini, baik di bidang kesehatan maupun bidang pertanian, Unpad akan melakukan penyesuaian kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan di daerah-daerah yang membutuhkan dengan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. “Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, lulusannya akan menjadi sarjana yang professional yang tidak diciptakan sebagai peneliti, tapi justru menerapkan penelitian tersebut di masyarakat,” jelas Prof. Ganjar.

Menanggapi kerjasama ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar dr. Hj. Alma Lucyati, MKes, MSi, MHKes menjelaskan bahwa mulai tahun ini Pemprov Jabar melalui Dinkes akan memberikan beasiswa kepada 1.000 orang bidan untuk menjalani pendidikan di Unpad, yaitu 400 bidan dari tingkat D-1 untuk melanjutkan ke D-4 dan 600 bidan dari lulusan SMA. Selain itu Pemprov juga akan memberikan beasiswa kepada calon dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan apoteker.

“Beasiswa ini diberikan kepada orang-orang yang berasal dari daerah yang membutuhkan dan akan dikembalikan lagi kepada daerahnya untuk mengabdi disana setelah selesai pendidikannya. Selain beasiswa ini, Pemprov juga akan memberi tunjangan dan fasilitas lain seperti rumah dinas dan kendaraan untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi mereka dalam memberikan pelayanan di daerah, “ jelas dr. Alma. (eh)

Depkes Siapkan Langkah-langkah Mencegah Flu Babi

28 Apr 2009

Virus H1N1 penyebab flu babi (swine flu) yang saat ini melanda Mexico dan Amerika Serikat, biasanya hanya hidup di daerah dingin yang memiliki empat musim. Kemungkinan virus H1N1 tidak akan mampu hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Namun demikian, Departemen Kesehatan telah melakukan langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan agar tidak menyebar ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) kepada para wartawan dalam Jumpa Pers mengenai Flu Babi, Selasa, 28 April 2009, di Jakarta.
Langkah-langkah yang dilakukan Depkes yaitu telah memasang 10 thermal scanner untuk mendeteksi suhu badan di terminal kedatangan bandara Internasional seluruh Indonesia. Mengaktifkan kembali sekitar 100 sentinel untuk surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan pneumonia baik dalam bentuk klinik maupun virologi. Menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penanggulangan flu babi yang pada dasarnya adalah Oseltamivir/Tamiflu yang digunakan untuk penanggulangan flu burung (H5N1). Menyiapkan 100 rumah sakit rujukan flu burung yang sudah ada untuk menangani kasus flu babi. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan H1N1 di berbagai laboratorium flu burung yang sudah ada dan menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas dan menyiagakan kesehatan melalui Desa Siaga.

Ditambahkan bahwa simulasi penanggulangan pandemi influenza yang sudah dua kali dilakukan, pertama di Jembrana Bali dan Kota Makassar minggu lalu juga merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan KLB/PHEIC = Public Health Emergency International Concern, jelas Menteri.

Menurut Menkes, flu babi memiliki gejala mirip flu biasa yaitu panas, batuk, dan pilek. Terkadang ada gejala mual dan diare, yang membedakan dengan flu burung. Bila gejala ini ditemukan, masyarakat harus segera melapor ke Puskesmas terdekat dan diambil spesimennya untuk diperiksa lebih lanjut.

Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai flu babi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu. Selain itu, gunakanlah masker bagi penderita flu, bukan orang yang sehat menggunakan masker, agar tidak menularkan kepada orang lain. Bagi masyarakat yang telah melakukan perjalanan ke negara terjangkit flu babi, disarankan memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

SWINE FLU

Perlu Waspadai Virus Flu Babi
30 Apr 2009

Flu Babi (Swine Flu) yang disebabkan virus H1N1, saat ini telah menelan 149 korban meninggal dunia di Meksiko dan menyerang 1.600 orang lainnya. Sedikitnya 40 kasus dilaporkan di Amerika Serikat, enam di Kanada, dua di Skotlandia dan satu kasus di Spanyol.

Walaupun belum ditemukan di Indonesia, Departemen Kesehatan telah melakukan antisipasi agar penyakit mematikan tersebut tidak masuk ke Indonesia. Langkah yang dilakukan adalah memasang 10 thermal scanner untuk mendetektsi suhu badan di terminal kedatangan bandara internasional dan sarana karantina di bandara. Mengaktifkan kembali sekitar 100 sentinel untuk surveillance terhadap penyakit serupa influenza atau Influenza Like Ilness (ILI) dan pneumonia baik dalam bentuk klinik maupun virologi, ujar Menkes.
Menkes menambahkan, Depkes juga menyiapkan obat-obatan untuk penanggulangan Flu Babi yang pada dasarnya adalah Oseltamivir/tamiflu di Puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, Depkes juga menyiagakan 100 RS rujukan Flu Burung yang sudah ada untuk menangani kasus Flu Babi. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan virus H1N1 di berbagai Laboratorium Flu Burung yang sudah ada serta menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas dan lintas sektor terkait, ujar Menkes.

Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat, pemerintah dan lintas sektor terkait, dalam menghadapi kemungkinan pandemi influenza telah melakukan dua kali simulasi. Simulasi Penanggulangan Pandemi Influenza pertama dilakukan tanggal 25-27 April 2008 dan yang kedua di Makassar tanggal 25-26 April 2009. Hal ini adalah merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan KLB/PHEIC = Public Health Emergency International Concern seperti Flu Babi.

Gejala flu babi mirip dengan flu burung, yaitu demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare. Cara penularannya melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasinya 3 sampai 5 hari.

Karena itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai flu babi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu. Bagi masyarakat yang telah melakukan perjalanan ke negara terjangkit flu babi, disarankan memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat, imbuh Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

Lowongan Sebagai Petugas Kesehatan Haji Indonesia

27 Apr 2009

Departemen Kesehatan membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menjadi petugas kesehatan haji Indonesia tahun 2009 M / 1430 H sebagai berikut:

A. TKHI (Kloter) : Dokter dan perawat dengan masa tugas 35 – 40 hari
B. PPIH (Non Kloter) : Dokter spesialis, Dokter gigi, Perawat High Care, Apoteker, Asisten Apoteker, Sanitarian/Epidemiolog, Ahli Gizi, Penata Rontgen, Analis Laboratorium, Perekam Medik dan Siskohat dengan lama tugas 73 – 81 hari

PERSYARATAN:
1. Warga Negara Indonesia yang beragama Islam baik PNS, TNI, POLRI, PTT maupun Pegawai Instansi Swasta.
2. Berbadan sehat, baik fisik maupun mental.
3. Berusia maksimal 50 tahun kecuali tenaga strategis yang dibutuhkan.
4. Mempunyai pendidikan atau keahlian sesuai dengan bidang tugasnya yang dinyatakan dengan ijazah yang dimiliki calon petugas kesehatan haji.
5. Diutamakan mempunyai ACLS bagi dokter dan BCLS bagi perawat.
6. Mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) bagi dokter.
7. Bagi petugas kesehatan wanita tidak dalam keadaan hamil pada saat penugasan.
8. Bagi PNS dan PTT mempunyai DP3 dengan nilai setiap unsur baik dalam satu tahun terakhir.
9. Bagi Non-PNS mempunyai prestasi kerja dan disiplin yang baik, dibuktikan dengan surat keterangan dari atasan langsung.
10. Suami isteri tidak boleh melamar sebagai petugas kesehatan haji pada musim haji yang sama.
11. Petugas Kesehatan Haji tidak boleh memiliki hubungan keluarga (istri/suami/anak) dengan jemaah haji pada musim haji yang sama. Dilengkapi dengan surat pernyataan.
12. Bersedia bekerja sesuai jadwal yang sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kebutuhan.
13. Tidak bertugas sebagai Petugas Kesehatan Haji dalam kurun waktu tahun 2004-2008 (khusus pelamar TKHI).

KELENGKAPAN BERKAS PERMOHONAN:

1. Surat pengantar dari Instansi;
2. Formulir permohonan (hasil cetak dari web) bermaterai Rp.6.000;
3. Surat keterangan sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah;
4. Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh atasan langsung;
5. Fotokopi sertifikat ACLS atau BCLS yang dilegalisir oleh atasan langsung;
6. Fotokopi STR yang berlaku;
7. Fotokopi DP 3 satu tahun terakhir bagi PNS dan PTT.
8. Surat keterangan mempunyai prestasi kerja dan disiplin yang baik dari atasan langsung bagi Non-PNS;
9. Surat izin dari suami bagi calon petugas wanita (isian formulir 2) bermaterai Rp.6.000.

Registrasi calon petugas kesehatan haji Indonesia dilakukan secara online. Hasil cetak formulir registrasi dan kelengkapan berkas diterima paling lambat tanggal 5 Mei 2009 di:

Kepala Biro Umum
Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI,
Gedung Departemen Kesehatan Blok A lantai 5 Ruang 502
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X5 Kapling No.4-9

30 April 2009

Penyuluhan Calon Jama`ah Haji

JAMAAH HAJI RISTI
Ada 2 KELOMPOK :
1. RISTI SEHAT
  • Usia Lanjut ( Umur > 60 tahun)
  • Obesitas (BB berlebih mencolok)
  • Kaheksia (BBB kurang mencolok)
  • Cacat
2. RISTI SAKIT
Contoh : Stroke, Epilepsi, Darah Tinggi, Peny.Jantung, Diabetes Mellitus, TBC, ASMA, Gastritis, Peny. Ginjal, Peny. HATI, Peny. Kandungan, dan Penyakit Menular (wabah)


SENGATAN DINGIN
1. RINGAN : Mengenai telinga, hidung, pipi, jari-jari, lengan dan tungkai.
Gejala : Rasa kaku/beku
2. BERAT : Mengenai aliran pembuluh darah kecil.
Gejala : Hilang rasa/baal, jari tangan dan kaki kaku/beku, lecet-lecet, dan nyeri sendi kecil atau besar

PENCEGAHAN SENGATAN DINGIN
1. SEBELUM BERANGKAT
  • Pemeriksaan kesehatan
  • Mengikuti pembinaan kesehatan
  • Konsultasi kesehatan terus menerus (tu. RISTI) dan bawa obat-obatan yang harus diminum teratur.
  • Makanan Bergizi seimbang sesuai kondisi kesehatan masing-masing
  • Olah Raga teratur
  • Perlengkapan musim dingin (jaket, kain ihram tebal, krim pelembab,dll)
2. PERJALANAN DI PESAWAT
  • Jaga Kesehatan masing-masing
  • Ikuti anjuran kesehatan dari petugas
  • Bila ada keluhan kesehatan segera dokter kloter.
3. SELAMA DI ARAB SAUDI
  • Jaga Kesehatan
  • Minum air putih yang banyak walaupun tidak haus (1 gelas Tiap jam)
  • Makan GIZI SEIMBANG
  • Yang RISTI makan sesuai kondisi kesehatannya
  • Hindarkan tubuh terkena udara dingin seminimal mungkin
  • Istirahat cukup (6-8 jam sehari)
  • Berpakaian hangat/tebal
  • Lindungi kulit dgn krim pelembab
  • Selalu memakai masker/penutup mulut
  • Batasi kegiatan (diluar ibadah) yang tidak perlu
  • Bila ada gejala/sakit segera konsultasi atau berobat ke dokter kloter dgn membawa BKJH (Buku Kesehatan Jamaah Haji)

MENINGITIS dan INFLUENZA
A. MENINGITIS : Peradangan Selaput otak dan Sumsum tulang belakang yang akut
Gejala : Panas badan, sakit kepala, mual, muntah, kejang, nyeri sendi dan tidak mau makan serta penurunan kesadaran
B. INFLUENZA : Infeksi saluran pernapasan yang akut dan sangat menular
Gejala : Panas badan mendadak, menggigil, sakit kepala, malaise dan nyeri otot. Diikuti batuk, pilek atau nyeri tenggorokan

PENCEGAHAN MENINGITIS DAN INFLUENZA
  • Memelihara kebersihan diri dan lingkungan pemondokan dengan baik
  • Hindari kepadatan penghuni kamar
  • Istirahat/tidur yang cukup
  • Makan makanan Gizi Seimbang ditambah buah-buahan segar dan sayuran serta vitamin tu. VIT. C
  • Minum cukup dan membawa minuman bila keluar pondokan
  • Batasi keluar dari pondokan bila tidak perlu
  • Biasakan membersihkan ingus memakai tissue dan buang ke tempat sampah
  • Selalu pakai Masker bila keluar pondokan
  • Hindari tempat padat yang tidak ada kaitan ibadah
  • Segera berobat ke dokter kloter bila sakit
  • Pemberian VAKSIN INFLUENZA bagi calon jamaah haji

MENU MAKANAN BAGI JAMAAH HAJI INDONESIA

SYARAT : Gizi Seimbang dengan mutu yang baik
Terdiri dari :
  • Makanan Pokok (Nasi atau pengganti)
  • Lauk-pauk (Daging atau ikan, telur, tempe, tahu, kacang-
  • kacangan)
  • Sayuran dan buah-buahan
  • Susu atau sari buah

GIZI SEIMBANG : Cukup Kalori, protein, serat, mineral & Vitamin.

KEBUTUHAN GIZI :
BB Ideal/Normal : Perlu 2.150 kalori dan 46,2 gr dgn makanan beraneka ragam
BB Kurus : perlu menambah konsumsi makanan yang banyak mengandung kalori (nasi, lauk-pauk ataususu)
BB Gemuk : Perlu mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori (gula, sirop, nasi, kentang, ubi, atau makanan berlemak)
Untuk jamaah yang punya penyakit disesuaikan dgn anjuran DIET kondisi penyakitnya oleh dokter yang merawat

PENGATURAN GIZI SELAMA DI TANAH SUCI
  • Makan teratur dgn Gizi Seimbang
  • Minum air lebih banyak dari biasanya (min.1 gelas tiap jam)
  • Tambahan kalori per hari dgn 1 gelas susu
  • Memilih makanan yang bersih, dikemas baik dan tidak kadaluarsa atau BASI
  • Hindari minuman dingin
  • Perbanyak minum air putih dan buah-buahan segar
  • Jangan makan terlalu kenyang, banyak lemak terutama mau perjalanan jauh
  • Bila perlu konsultasi diet dengan petugas gizi di BPHI

DIET PENYAKIT JANTUNG
YANG DILARANG :
  • Kue-kue terlalu manis dan gurih ( cake, dodol,dll)
  • Semua daging berlemak, sosis, goreng-gorengan dan santan kental

YANG DIBATASI :
  • Susu
  • Kacang-kacangan kering
  • Margarine dan mentega
  • Makanan berkolesterol (daging domba, otak, kuning elor, jeroan, kerang, susu berlemak, mentega, keju)
DIET DARAH TINGGI
  • Diet Rendah Garam
  • Makanan Yang Tidak Diperbolehkan :
  • Garam, vetsin, soda kue, kecap asin, magi, terasi, tauco, saus tomat
  • Roti, biscuit, craker, cake, kue asin atau soda
  • Dendeng, abon, kornet, daging asap, telur asin/pindang
  • Keju, margarine dan mentega
  • Acar, asinan/manisan buah, sayur/buah kalengan

DIET DIABETES MELLITUS (KENCING MANIS)

Yang Tidak Boleh :
Gula, madu, sirop, susu kental manis, makanan kaleng, kue manis, dodol, cake, kecap manis, abon, dendeng

Makanan & Bumbu yang dibatasi :
Nasi, Kentang, singkong, jagung, mie, bihun, ubi dan tepung-tepungan
Kecap asin, petis, saos tomat, magi

Buah-buahan yang boleh :
Jambu, kedondong, pepaya, semangka, apel, alpukat, belimbing, pisang.


DIET BATUK-BATUK DAN PENYAKIT PARU
  • Perlu diet tinggi kalori dan protein
  • Makan dan minum lebih banyak
  • Makan buah-buahan berwarna dan mengandung banyak Vitamin C
  • Cuci Buah-buahan sebelum dimakan
  • Hindari minum Air dingin atau Es

PROFIL UKBM UPTD YANKES KECAMATAN PANGALENGAN

PENDAHULUAN

UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia) adalah salah satu wujud nyata peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Kondisi ini ternyata mampu memacu munculnya berbagai bentuk UKBM lainya seperti Polindes, POD (pos obat desa), Pos UKK (pos upaya kesehatan kerja),TOGA (taman obat keluarga), dana sehat, dll.


DATA - DATA

  • Data dasar dan Penyebaran UKBM
  • Data lokasi UKBM di Kec. Pangalengan
  • Data Tingkat keterjangkauan UKBM diKec. Pangalengan
  • Data lokasi UKBM di Kec. Pangalengan
  • Data Tingkat Perkembangan UKBM
  • Permasalahan/kendala UKBM di Kec. Pangalengan
DATA UMUM
  • LETAK GEOGRAFIF
  • LETAK ADMINISTRATI
  • LUAS WILAYAH KERJA : 17.550.025 ha
DATA PENDUDUK

Jumlah
penduduk kecamatan Pangalengan pada tahun 2007 : 125.689 jiwa

DATA DASAR DAN PENYEBARAN UKBM

Kecamatan Pangalengan terdiri dari 13 Desa
Tingkat keterjangkauan :

1. Puskesmas UPTD (DTP) : 1
2. Puskesmas UPF : 2
3. Puskesmas Pembantu (PUSTU) : 7
4. Polindes : 8
5.Posyandu : 213
6.Pos obat desa (POD)
7.Dana sehat
8.Taman obat keluarga (TOGA)
9.
Pos upaya kesehatan kerja pos (UKK)

Tingkat Perkembangan :
Meliputi
4 tingkat (STRATA), yaitu : Pratama , Madya , Purnama, dan Mandiri atas dasar penilaian 8 indikator.

Bina Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat

CONTOH : 1. POSYANDU

Posyandu merupakan jenis UKBM yang paling memasyarakat dewasa ini, tampak bahwa posyandu mempunyai kontribusi yang besar pada peningkatan cakupan program diantaranya KB, KIA, GIZI, Imunisasi, Diare dll. Untuk meningkatkan kualitas posyandu yang ada telah di kembangkan telaah kemandirian posyandu melalui rekapitulasi dan Revitalisasi POSYANDU

2. POLINDES

Polindes dioperasionalkan melalui kerjasama antara bidan desa dengan dukun bayi, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan geografis, informasi, ekonomi dan sosial budaya.


Sampai saat ini di kecamatan Pangalengan telah ditempatkan bidan desa dan dikembangkan polindes di hampir seluruh desa yang sudah berdiri sebagai sambutan peran serta masyarakat

Bina Upaya Kesehatan Tradisional.
1. Upaya kesehatan tradisional merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat yang potensial dalam menunjang pembangunan kesehatan.
2. Pengobatan tradisional diakui keberadaannya sejak jaman dahulu kala dan telah dimanfaatkan jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obat modernnya dikenal masyarakat.
3. Pembinaan upaya pengobatan tradisional di Kec Pangalengan masih kurang

Bina Upaya Kesehatan Kerja
Upaya kesehatan kerja semakin penting pada era industrialisasi sekarang ini karena pertumbuhan industri yang pesat membuat tenaga kerja formal semakin banyak serta makin maraknya tenaga kerja informal.

Bina Upaya Kesehatan Dasar Swasta
Bina upaya kesehatan dasar swasta di Kecamatan Pangalengan atas dasar permenkes dan petunjuk pelaksanaanya berupa SK Dirjen Binkesmas.

Bina Peran Wanita dalam Pembangunan Kesehatan
Upaya penigkatan peranan wanita dalam pembangunan kesehatan dilakukan melalui berbagai cara diantaranya dengan memanfaatkan tanaman obat untuk mengatasi penyakit sederhana setempat dengan istilah TOGA.

Bina Peran Generasi Muda Dalam Pembangunan kesehatan
Program ini mencoba menggalang partisipasi generasi muda dalam pembangunan kesehatan dengan mengembangkan Kader Kesehatan Remaja.
Disamping itu berbagai bentuk apresiasi generasi muda di bidang kesehatan tetap terus dilakukan, seperti lomba poster remaja, teknologi tepat guna, konsultasi kesehatan remaja, Warta generasi Muda sehat dll.

Bina Kader Kesehatan
Kader merupakaan sosok insan yang menarik perhatian khalayak karena kesederhanaannya dan asalnya yang dari masyarakat setempat, telah membuat kader begitu dekat dengan masyarakat, pada giliranya membuat alih pengetahuan dan olah keterampilan dari kader kepada tetangganya demikian mudah, serta dengan petugas puskesmas telah membuat mereka menjadi penghubung yang handal antara petugas kesehatan dengan masyarakat.

Bina Dana Sehat/JPKM

Dana sehat di kecamatan Pangalengan sudah lama dikembangkan jauh sebelum program JPKM dicanangkan, walaupun dalam bentuk yang sederhana.


29 April 2009

UPTD Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangalengan

PENGERTIAN UPTD

Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya pembangunan kesehatan di satu wilayah kecamatan sebagai wilayah kerjanya.
Mempunyai jaringan kerja berupa Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP), Puskesmas TTP,Pustu, Balai Pengobatan Pembantu, dan Bidan Desa

VISI DAN MISI

Visi dan Misi UPTD Pelayanan Kesehatan mengacu pada visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung

FUNGSI UPTD
  1. Pusat Pembangunan berwawasan Kesehatan.
  2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat dalam bidang kesehatan.
  3. Pusat pelayanan kesehatan strata I yang meliputi UKP dan UKM.

KEDUDUKAN
  1. Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN): Sbg sarana Yankes Tk I yang merupakan ujung tombak sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
  2. Terhadap sistem Pemerintah Daerah : Unit Struktural Pemerintah Daerah Kabupaten dalam bidang kesehatan di tingkat kecamatan
  3. MITRA Terhadap sarana pelayanan kesehatan strata pertama ( dasar )
  4. PEMBINA berbagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis dan bersumberdaya masyarakat (UKBM)

DASAR HUKUM

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung Nomor 20 Tahun 2007tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bandung

TUGAS POKOK Kepala UPTD

Memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi & melaporkan pengelolaan sebagian fungsi dinas kesehatan di bidang pelayanan kesehatan dan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan.

STRUKTUR ORGANISASI (lihat disini !)



UPAYA – UPAYA MENCAPAI RIDHA ALLAH SWT


  • BERSATU MENJADI UMAT YANG TIDAK TERPECAH-PECAH OLEH PERBEDAAN
  • BERSAMA-SAMA MENGHINDARI FANATISME SEMPIT TERHADAP MAZHAB ATAU GOLONGAN
  • MEMBUANG HAL-HAL YANG BERBAU KHURAFAT DAN SYIRIK
  • GENCARKAN UKHUWAH ISLAMIYAH DENGAN NIAT KARENA ALLAH SEMATA
  • BERSAMA-SAMA BELAJAR DAN MENELITI ILMU PENGETAHUAN DILANDASI KEIKHLASAN DAN TOLERANSI

DO`A DAN KATA MUTIARA

AKU SELARAS DENGAN SANGKAAN HAMBA-KU TERHADAP AKU DAN BERSAMA DENGAN HAMBA-KU KETIKA DIA MENGINGAT AKU ( HADITS QUDSI)


KATAKANLAH : “TUHANKU MELAPANGKAN RIZKI BAGI YANG IA KEHENDAKI MENYEMPITKAN DAN TIDAK SATUPUN YANG KAMU NAFKAHKAN YANG TIDAK DIGANTI-NYA. IA SEBAIK-BAIKNYA PEMBERI RIZKI” ( QS 34 : 39)

BEKERJALAH KARENA ALLAH, BUKAN KARENA PAMRIH PADA ORANG LAIN. MAKA ANDA AKAN MEMILIKI INTEGRITAS YANG TINGGI YANG MERUPAKAN SUMBER KEPERCAYAAN DAN KEBERHASILAN

AKU TAHU, AMAL-AMALKU TAK MUNGKIN DILAKUKAN ORANG LAIN. MAKA AKU SIBUKKAN DIRIKU DENGAN BEKERJA DAN BERAMAL
(PUISI HASAN AL BASHRI)


SIAPA YANG INGIN BERTEMU DENGAN ALLAH KELAK SEBAGAI SEORANG MUSLIM YANG SEMPURNA, MAKA HENDAKLAH IA SELALU SHOLAT BERJAMAAH SETIAP MENDENGAR ADZAN
( HR. MUSLIM)

BARANGSIAPA MEMBAWA KEBAIKAN, PAHALANYA LEBIH BAIK DARI KEBAIKAN ITU. TAPI BARANGSIAPA YANG MEMBAWA KEJAHATAN HUKUMANNYA HANYA TERHADAP PERBUATANNYA
(QS 28:84)


YA RABB KAMI, LIMPAHKANLAH KESABARAN KEPADA KAMI DAN WAFATKANLAH KAMI DALAM KEADAAN BERSERAH DIRI KEPADA-MU

( QS AL A`RAAF:126)

AKU TAHU RIZKIKU TAK MUNGKIN DIAMBIL ORANG LAIN KARENANYA HATIKU TENANG

(PUISI HASAN AL BASHRI)


HENDAKLAH SESEORANG ITU


BERSIFAT BENAR DAN MEMILIH


KEBENARAN HINGGA IA TERTULIS


DI SISI ALLAH SEBAGAI ORANG


YANG SANGAT BENAR


( HR. BUKHARI MUSLIM)



KEBIJAKSANAAN ADALAH


MENYELARASKAN ANTARA SATU


SUARA HATI DENGAN SUARA


HATI YANG LAINNYA DIDALAM


SATU KESATUAN PERNYATAAN


( ARY GINANJAR)


ADA APA SETELAH MATI ???

Tahun-tahun perjumpaan dan kebahagiaan telah berlalu.

Terasa amat pendek seakan beberapa hari saja.

Sesudah itu datanglah hari-hari perpisahan. Terasa amat panjang seakan bertahun-tahun.

Kemudian lewatlah tahun-tahun bersama pemiliknya.

Seakan semua itu berlalu bagai mimpi. Bagaimanapun

panjangnya umur manusia di dalam kehidupan ini sebenarnya amat pendek selama kematian itu merupakan akhir bagi makhluk hidup