Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

02 Mei 2009

Pemprov Jabar Ingin Tingkatkan Tenaga Kesehatan Terampil

20 April 2009

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 20/04] Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan penandatanganan Adendum terhadap Kesepakatan bersama antara Pemprov Jabar dengan Unpad tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Acara ini berlangsung di Executive Lounge, Gedung Rektorat Baru Lantai 2, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (20/04). Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia, serta dihadiri oleh perwakilan dinas-dinas di lingkungan Pemprov Jabar beserta jajarannya dan para Pembantu Rektor, Dekan dan segenap jajaran di lingkungan Unpad.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, (kiri) dan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, berjabat tangan usai menandatangani adendum kerja sama (Foto: Tedi Yusup)

Adendum ini merupakan tambahan dari kesepakatan bersama sebelumnya antara Pemprov Jabar dan Unpad yang telah ditandatangani pada tahun 2006 mengenai kerja sama serupa. Hal yang menjadi tambahan pada adendum ini adalah perihal kerja sama di bidang pendidikan. Kali ini Pemprov Jabar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jabar bekerjasama dengan Unpad untuk bidang pendidikan tenaga kebidanan, kedokteran, baik dokter umum maupun dokter spesialis, tenaga kedokteran gigi, dan tenaga farmasi. Selain itu, rencana selanjutnya adalah kerjasama dengan dinas-dinas terkait yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pertanian, peternakan dan perikanan.

Gubernur Jabar pada sambutannya mengatakan bahwa Jawa Barat dengan jumlah penduduknya yang besar, tetapi memiliki tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan yang sangat tinggi. “Untuk mengatasi masalah itu, Jabar membutuhkan banyak tenaga bidan terampil khususnya di desa-desa terpencil. Selain itu dibutuhkan tenaga kesehatan lainnya seperti dokter, dokter gigi dan apoteker,” jelas Ahmad Heryawan.

Gubernur juga menjelaskan, Jabar kaya akan sumber daya alamnya, tetapi kurang bisa mengelola dengan baik. “Diharapkan dengan kesepakatan ini akan melahirkan lulusan-lulusan yang mampu mengelola Jabar ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat Jabar,” ujar Ahmad Heryawan.

Usai acara, Gubernur Jabar menjawab pertanyaan para wartawan (Foto: Tedi Yusup)

Menanggapi rendahnya kualitas masyarakat Jabar yang dtunjukkan dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, Rektor Unpad menjelaskan bahwa Unpad memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Sebagai perguruan tinggi yang ada di Jabar, Unpad memiliki visi untuk meningkatkan kualitas SDM di Jabar,” ujar Prof.Ganjar.

Berkaitan dengan kerjasama ini, baik di bidang kesehatan maupun bidang pertanian, Unpad akan melakukan penyesuaian kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan di daerah-daerah yang membutuhkan dengan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. “Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, lulusannya akan menjadi sarjana yang professional yang tidak diciptakan sebagai peneliti, tapi justru menerapkan penelitian tersebut di masyarakat,” jelas Prof. Ganjar.

Menanggapi kerjasama ini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar dr. Hj. Alma Lucyati, MKes, MSi, MHKes menjelaskan bahwa mulai tahun ini Pemprov Jabar melalui Dinkes akan memberikan beasiswa kepada 1.000 orang bidan untuk menjalani pendidikan di Unpad, yaitu 400 bidan dari tingkat D-1 untuk melanjutkan ke D-4 dan 600 bidan dari lulusan SMA. Selain itu Pemprov juga akan memberikan beasiswa kepada calon dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan apoteker.

“Beasiswa ini diberikan kepada orang-orang yang berasal dari daerah yang membutuhkan dan akan dikembalikan lagi kepada daerahnya untuk mengabdi disana setelah selesai pendidikannya. Selain beasiswa ini, Pemprov juga akan memberi tunjangan dan fasilitas lain seperti rumah dinas dan kendaraan untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi mereka dalam memberikan pelayanan di daerah, “ jelas dr. Alma. (eh)

19 Maret 2009

TATALAKSANA PENDERITA DIARE

TATALAKSANA PENDERITA DIARE

TUJUAN :
Tercapainya tatalaksana penderita diare dengan tepat dan efektif

A. BATASAN
Secara operasional, diare akut adalah buang air besar lembek /cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari ) dan berlangsung kurang dari 14 hari.

B. ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI
1. Etiologi
Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan 6 besar, tetapi yang sering ditemukan di lapangam ataupun klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.
PENYEBAB PENYAKIT DIARE :
a. Infeksi
b. Malabsorpsi
c. Alergi
d. Keracunan, tdd :Keracuan Bahan Kimiaensi, oleh racun yang dikandung dan diproduksi Aeromonas
e. Bakteri, Parasit atau Virus :Golongan vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella, Giardia, lamblia, Entamuba histolytca, Protozoa, Ascaris Strongyloides, Adenovirus, Rotavirus Norwalk + Norwalk like agent, Bacilus Cereus, Clostridium Periscens, Blastssistis huminis, Cryptosparidiu Balantidium coli, Cacing perut, Trichuris, Camfylobacter, Staphilococusaurfus, Clostridium perfricens, Ikan
f. Sebab-sebab lain: Algame, Buah-buahan, Sayur-sayuran, Jazad Renik

Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minunan yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare perilaku tersebut antara lain :
a) Tidak memberikan ASI ( Air Susu Ibu ) secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan Pada bayi yang tidak diberi ASI risiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar.
b) Menggunakan botol susu , penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh Kuman , karena botol susah dibersihkan
c) Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak,
d) Menggunakan air minum yang tercemar . Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan di rumah, Perncemaran dirumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.
e) Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak,
f) Tidak membuang tinja ( termasuk tinja bayi ) dengan benar. Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sementara itu tinja binatang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

2. Faktor penjamu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare.
Beberapa faktor pada penjamu dapat meningkatkan insiden beberapa penyakit dan lamanya diare,yaitu :
a) Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun. ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti : Shigella dan vibrio cholerae
b) Kurang gizi beratnya Penyakit , lama dan risiko kematian karena diare meningkat pada anak-anak yang
menderita gangguan gizi terutama pada penderita gizi buruk.
c) Campak. Diare dan disentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak dalam waktu 4 minggu terakhir. hal ini sebagai akibat dari penurunan kekebalan tubuh penderita.
d) Imunodefesiensi /Imunosupresi. Keadaan ini mungkin hanya berlangsung sementara, misalnya sesudah infeksi virus ( seperti campak ) atau mungkin yang berlangsung lama seperti pada penderita AIDS, pada anak imunosupresi berat, diare dapat terjadi karena kuman yang tidak parogen dan mungkin juga berlangsung lama,
e) Segera Proposional , diare lebih banyak terjadi pada golongan Balita ( 55 % )

3. Faktor lingkungan dan perilaku :
Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan. Dua faktor yang dominan, yaitu sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula. Yaitu melalui makanan dan minuman, maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare.

PRINSIP TATALAKSANA PENDERITA DIARE
a) Mencegah terjanya dehidrasi
Mencegah terjadi nya dehidasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minum lebih banyak dengan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin , kuah sayur, air sup.
Macam Cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada :
  • Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
  • Tersedianya cairan sari makanan yang cocok
  • Jangkauan pelayanan Kesehatan
  • Tersedianya oralit
Bila tidak mungkin memberikan cairan rumah tangga yang diajukan , berikan air matang.

b. Mengobati dehidrasi
Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat, yaitu dengan oralit. Bila terjadi dehidrasi berat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapi oral
c. Memberi makanan
Berikan makanan selama diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan makanan sesuai yang dianjurkan.
Anak yang masih mimun ASI harus lebih sering diberi ASI.
Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya.
Anak Usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit sedikit tetapi sering.
Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak.
d. Mengobati masalah lain
Apabila diketemukan penderita diare disertai dengan penyakit lain, maka diberikan pengobatan sesuai indikasi, dengan tetap mengutamakan rehidrasi.
Tidak ada Obat yang aman dan efektif untuk menghentikan diare.

PROSEDUR TATALAKSANA PENDERITA DIARE
Tergantung derajat dehidrasi
Terapi terdiri dari : Rencana terapi A, Rencana Terapi B, Rencana Terapi C

A. RENCANA TERAPI A
UNTUK MENGOBATI DIARE DIRUMAH
(Penderita diare tanpa dehidrasi )

CARA untuk MENGAJARI IBU :
Teruskan mengobati anak diare dirumah
Berikan terapi awal bila terkena diare lagi
MENERANGKAN TIGA CARA TERAPI DIARE DIRUMAH

1. BERIKAN ANAK LEBIH BANYAK CAIRAN DARIPADA BIASANYA UNTUK
MENCEGAH DEHIDRASI
Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan , seperti larutan oralit,makanan yang cair
(seperti sup,air tajin ) dan kalau tidak ada air matang . Gunakan larutan oralit untuk anak
seperti dijelaskan dalam kotak dibawah (catatan jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan
belum makan makanan padat lebih baik diberi oralit dan air matang dari pada makanan
yang cair ).
Berikan larutan ini sebanyak anak mau , berikan jumlah larutan oralit seperti dibawah.
Teruskan pemberian larutan ini hingga diare berhenti.

2. BERI ANAK MAKAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI
  • Teruskan ASI
  • Bila anak tidak mendapat ASI berikan susu yang biasa diberikan, untuk anak kurang dari6 bulan dan belum mendapat makanan padat , dapat diberikan susu
  • Bila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat maka :
- Berikan bubur bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan ,
tambahkan 1 atau 2 sendok teh, minyak sayur tiap porsi
- Berikan sari buah segar atau pisang halus untuk menanbahkan kalium
- Berikan makanan yang segar masak dan haluskan atau tumbuk makanan dengan baik
- Bujuk anak untuk makan , berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari
- Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan diberikan porsi makanan
tambahan setiap hari selama 2 minggu

3. BAWA ANAK KEPADA PETUGAS KESEHATAN BILA ANAK TIDAK MEMBAIK
DALAM 3 HARI ATAU MENDERITA SEBAGAI BERIKUT :
  • Buang Air besar cair lebih sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Rasa haus yang nyata
  • Makan atau Minum sedikit
  • Demam
  • Tinja berdarah

ANAK HARUS DIBERI ORALIT DIRUMAH BILA :
Setelah mendapat Rencana Terapi B atau C
Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan bila diare memburuk
Memberikan oralit kepada semua anak dengan diare yang datang ke petugas kesehatan
merupakan kebijaksaan pemerintah
JIKA AKAN DIBERI LARUTAN ORALIT DI RUMAH, TUNJUKKAN KEPADA
IBU JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN SETIAP HABIS BUANG AIR BESAR
DAN DIBERIKAN ORALIT YANG CUKUP UNTUK 2 HARI
JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN TIAP B.A B
JUMLAH ORALIT YANG DISEDIAKAN DIRUMAH :
<1 tahun : 200 – 300 ml/hari
1-5 tahun : 300 – 400 ml/hari
> 5 Tahun :800 – 1000 ml/hari
Dewasa : 1200 –2800 ml / hari

Tunjukkan kepada ibu cara memberikan oralit
Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak dibawah umur 2 tahun
Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua
Bila anak muntah, tunggulah 10 menit kemudian berikan cairan lebih lama ( misalnya
sesendok tiap 2-3 menit
Bila diare berlanjut setelah oralit habis beritahu ibu untuk memberikan cairan lain
seperti dijelaskan dalam cara pertama atau kembali kepada petugas kesehatan untuk
mendapat tambahan oralit.

RENCANA TERAPI B
UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG
JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN DALAM 3 JAM PERTAMA
Bila berat badan anak tidak diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan berikan oralit
sesuai tabel dibawah ini :

  • Umur <1>Jumlah ORALIT 300 ml
  • 1 – 4 Tahun : Jumlah ORALIT 600 ml
  • > 5 Tahun : Jumlah ORALIT 1200 ml
  • Dewasa : Jumlah ORALIT 2400 ml

Bila anak menginginkan lebih banyak oralit berikanlah
Bujuk ibu untuk meneruskan ASI
Untuk bayi dibawah 6 bulan yang tidak mendapat ASI berikan juga 100-200 ml air masak
selama masa ini ORALIT yang diberikan dihitung dengan mengalikan berat badan penderita
( kg ) dengan 75 ml
AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU MEMBERIKAN ORALIT
Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan
Tunjukan cara memberikannya sesendok the tiap 1 –2 menit untuk anak di bawah 2 tahun
beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua
Periksa dari waktu bila ada masalah
Bila anak muntah tunggu 10 menit dan kemudian teruskan pemberian oralit tetapi lebih
lambat, misalnya sesendok tiap 2 –3 menit
Bila kelopak mata anak bengkak hentikan pemberian oralit dan air masak atau ASI beri
oralit sesuai Rencana tetapi A bila pembengkakan telah hilang

SETELAH 3-4 JAM NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN BAGAN PENILAIAN
KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A , B ATAU C UNTUK MELANJUTKAN TERAPI
  • Bila tidak ada dehidrasi , ganti ke rencana terapi A, Bila dehidrasi telah hilang anak biasanya kemudian mengantuk dan tidur
  • Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang ulang Rencana terap B , tetapi tawarkan makanan susu dan sari buah seperti rencana terapi A
  • Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat ganti dengan rencana terapi C

BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM SELESAI RENCANA TERAPI B
  • Tunjukkan jumlah orait yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah
  • Berikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi seperti dijelaskan dalam rencana terapi A
  • Tunjukkan cara melarutkan oralit
  • Jelaskan 3 cara dalam rencana terapi A untuk mengobati anak dirumah
  • Memberikan oralit atau cairanlain hingga diare berhenti
  • Memberi makan anak sebagaimana biasanya
  • Membawa anak ke petugas kesehatan.

C. RENCANA TERAPI C
UNTUK DEHIDRASI BERAT


18 Oktober 2008

PUASA DALAM ASPEK KESEHATAN

SEHAT SAAT SHAUM/PUASA

DI BULAN RAMADHAN

PENDAHULUAN

Shaum di bulan Ramadhan menurut syari`ah adalah menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan segala hal yang membatalkannya, dimulai terbit fajar sampai tenggelam matahari, dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga dapat menjadi umat yang bertaqwa.

HUKUMNYA SHAUM DI BULAN RAMADHAN

Shaum Ramadhan adalah Fardhu `ain bagi setiap muslim yang baligh, berakal dan sanggup melaksanakannya.

HIKMAH DAN FAEDAH SHAUM RAMADHAN

  • Shaum adalah sarana terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengumpulkan pahala kebaikan
  • Dapat meredam syahwat, membiasakan sabar dan menguatkan tekad
  • Sarana untuk membiasakan hidup teratur, melatih sifat peduli kepada orang lain dan menyantuni fakir miskin.
  • Dari segi kesehatan shaum dapat membersihkan usus, memperbaiki lambung dan membuang sisa-sisa makanan atau racun dari dalam tubuh manusia.
  • Dapat mengkonsentrasikan hati untuk memperhatikan keagungan Allah SWT.

HAL-HAL YANG DAPAT MEMBATALKAN SAHUM RAMADHAN

  • Jima` (bersetubuh) pada siang hari Ramadhan
  • Ejakulasi dengan syahwat
  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Sengaja muntah
  • Datang haid atau nifas
  • Murtad dapat membatalkan semua amalan

YANG MEMBOLEHKAN BERBUKA PADA SHAUM RAMADHAN

Orang sakit yang tidak kuat untuk melaksanakannya dan orang musafir dibolehkan berbuka (tidak shaum) dan wajib menggantinya (meng-qadha) pada hari yang lain.

ETIKA DAN SUNNAH DALAM SHAUM RAMADHAN

v Segera berbuka bila telah tiba saatnya matahari terbenam

v Bertekad kuat untuk sahur di penghujung malam

v Menjauhi ucapan tidak senonoh, keji, perkataan sia-sia, dan dusta serta semua yang diharamkan

v Memulai berbuka dengan beberapa butir Ruthab (korma). Jika tidak ada mulailah dengan air puitih

v Berdo`a saat berbuka karena do`a orang shaum dikabulkan

v Jangan makan, minum dan tidur berlebihan

v Banyak bersedekah, memberi makan dan menyantuni fakir miskin

v Banyak membaca dan mempelajari Al Quran serta mengamalkannya

v Mengikuti shalat tarawih berjamaah di masjid

v Lebih bersungguh-sungguh beribadah dan bertekad kuat untuk i`tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan

GANGGUAN RUTIN SAAT BERSHAUM

Di minggu pertama bulan Ramadhan sebagian orang akan mengalami gejala mirip orang sakit, seperti perut kembung, kepala pening dan kehilangan gairah kerja. Namun ini bukan berarti seseorang harus membatalkan shaumnya. Gejala ini cuma adaptasi tubuh terhadap pola makan yang baru di bulan Ramadhan.

Semua gangguan tersebut bukannya tidak bisa disiasati. Dengan menjalani beberapa tips maka shaum dapat berlangsung lebih menyenangkan.

Puasa justru berefek positif bagi kesehatan, bila dilakukan dengan tenggang waktu tidak lebih dari 14 jam. Tubuh masih memiliki cukup cadangan energi selama itu.

Ketika berpuasa tubuh juga mengalami proses pembersihan tubuh dari zat-zat beracun (detoksifikasi). Proses inilah yang dapat disertai gejala sakit kepala, lemas atau menggigil. Namun setelah 5-8 hari pertama akan mereda dengan sendirinya.

Gejala rasa lapar berlebihan, lesu, pusing dan lemas tersebut bisa juga merupakan indikasi kekurangan gula darah (hipoglikemi) ringan. Namun bila gejala tersebut terus berlangsung baik selama berpuasa atau setelah berbuka, mungkin hal ini disebabkan menu yang salah. Oleh karena itu menu Sahur ataupun berbuka harus menu dengan GIZI SEIMBANG, Yaitu :

SYARAT : Jumlah yang benar sesuai kebutuhan dan mutu yang baik dan halal

Terdiri dari :

Ø Makanan Pokok (Nasi atau pengganti)

Ø Lauk-pauk (Daging atau ikan, telur, tempe, tahu, kacang-kacangan)

Ø Sayuran dan buah-buahan

Ø Susu atau sari buah

GIZI SEIMBANG : Cukup Kalori, protein, serat, mineral &

Vitamin.

KEBUTUHAN GIZI :

a. BB Ideal/Normal : Perlu 2.150 kalori dan 46,2 gr dgn makanan beraneka ragam

b. BB Kurus : perlu menambah konsumsi makanan yang banyak mengandung kalori (nasi, lauk-pauk ataususu)

c. BB Gemuk : Perlu mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori (gula, sirop, nasi, kentang, ubi, atau makanan berlemak)

Untuk orang yang punya penyakit disesuaikan dgn anjuran DIET kondisi penyakitnya oleh dokter yang merawat.

Gejala perut kembung biasanya muncul akibat lambung kosong, tetapi hanya berlangsung pada 3 hari pertama puasa, karena lambung sudah mulai terlatih kapan harus mengeluarkan produksi asam lambungnya untuk mencerna makanan. Kita dapat menyiasatinya dengan makan makanan yang kaya serat saat bersahur sehingga proses pencernaan jadi lebih lambat. Selain itu segeralah berbuka bila telah tiba saat berbuka, jangan mengundur atau melambatkannya.

Tidak kalah penting sahur harus dilakukan, karena kadar gula darah normal tanpa sahur hanya dapat bertahan selama 2-3 jam sejak kita bangun tidur.

Rasa Kantuk berlebihan disaat berpuasa bisa disebabkan rendahnya asupan zat besi, maka jangan abaikan makanan kaya zat besi seperti daging, telur dan sayuran hijau serta buah-buahan karena buah-buah banyak mengandung vitamin C yang dapat membantu optimalisasi penyerapan zat besi dalam tubuh.

Vitamin atau suplemen boleh dikonsumsi untuk yang bermasalah dengan nafsu makannya yang kurang. Bila asupan makan yang dikonsumsi cukup mengandung nutrisi seimbang maka vitamin atau suplemen tersebut tidak diperlukan.

Adapun vitamin atau suplemen dosis tinggi harus dikonsultasikan dulu dengan dokter sebelum dikonsumsi.

Adapula vitamin atau suplemen yang memiliki efek samping merugikan bila dikonsumsi berlebihan.


KESIMPULAN :

Jadi tidak ada alasan menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai kambing hitam timbulnya penyakit sehingga kita menjadi malas berpuasa, meskipun orang yang mempunyai penyakit sekalipun. Jika ibadah rukun Islam ke-4 ini dijalankan dengan ikhlas dan benar berdasarkan anjuran kesehatan, maka puasa akan menjadikan tubuh lebih fit dan lebih sehat. Insya Allah.

Efek positif ini akan sangat terasa di akhir bulan Ramadhan, BUKTIKAN DEH !!!

TIPS SEMPURNA BERSHAUM

1. Makanlah sahur untuk membantu kekuatan fisik kita selama berpuasa. Akan lebih baik bila makan sahur itu diakhirkan waktunya. Seperti sabda Rasulullah SAW :

“ Makan sahurlah kalian, sesungguhnya didalam sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Bersegeralah berbukajika matahari benar-benar telah tenggelam. Setelah minum dengan air putih Utamakan berbuka dengan makanan yang manis-manis karena makanan tersebut mengandung glukosa yang dapat langsung dipakai tubuh sebagai sumber energi.

3. Makanan dan minuman harus yang halal dan baik. Menahan diri dari yang haram lebih utama lagi di bulan Ramadhan

4.Manfaatkan bulan Ramadhan dengan amalan-amalan terbaik seperti membaca Al Quran

5.Jagalah lisan dari dusta, bergunjing, adu domba, mengolok-olok dan perkataan megada-ada/gossip

6. Kendalikan perasaan cepat marah dan emosi

7. Menjaga diri dari hal-hal bernuansa syahwat, juga ber”puasa” pula pendengaran dan penglihatan serta lisan kita dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam

8. Perbanyaklah sedekah dan berbuat kebajikan.

۞۞۞۞۞