24 April 2009

GERAK JALAN SEHAT HUT KAB BANDUNG KE-368

SITU CILEUNCA, 14 APRIL 2009


Peserta Gerak Jalan Sehat sesaat sebelum START


Start Peserta oleh Bapak BUPATI Bandung



Tim UPTD Yankes Kec. Pangalengan

23 April 2009

BAKTI SOSIAL OPERASI BIBIR SUMBING DAN LANGIT-LANGIT DALAM RANGKA HUT KAB BANDUNG KE-368

DAFTAR PASIEN OPERASI BIBIR SUMBING DARI UPTD YANKES KECAMATAN PANGALENGAN

1. Nama : Hsb A.R

Umur : 5 bulan

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Pangalengan

Diagnosis : Labiognatopalatoschizis unilateral kanan komplit

Tindakan : Labioplasty


SEBELUM OPERASI


SESUDAH OPERASI



2. Nama : Kswr

Umur : 2 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Pangalengan

Diagnosis : Labiognatopalatoschizi bilateral inkomplit

Tindakan : Labioplasty



SEBELUM OPERASI

SESUDAH OPERASI

3. Nama : My

Umur : 8 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Pangalengan

Diagnosis : Post Labioplasty-Palatoschizis

Tindakan : Palatoplasty


SEBELUM OPERASI


4. Nama : M. R

Umur : 7 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Pangalengan

Diagnosis : Post Labioplasty-Palatoschizis

Tindakan : Palatoplasty


SEBELUM OPERASI


5. Nama : Ln Snt

Umur : 4 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Pangalengan

Diagnosis : Labiognatopalatoschizis unilateral kiri komplit

Tindakan : Labioplasty

SEBELUM OPERASI


SESUDAH OPERASI




19 Maret 2009

TATALAKSANA PENDERITA DIARE

TATALAKSANA PENDERITA DIARE

TUJUAN :
Tercapainya tatalaksana penderita diare dengan tepat dan efektif

A. BATASAN
Secara operasional, diare akut adalah buang air besar lembek /cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari ) dan berlangsung kurang dari 14 hari.

B. ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI
1. Etiologi
Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan 6 besar, tetapi yang sering ditemukan di lapangam ataupun klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.
PENYEBAB PENYAKIT DIARE :
a. Infeksi
b. Malabsorpsi
c. Alergi
d. Keracunan, tdd :Keracuan Bahan Kimiaensi, oleh racun yang dikandung dan diproduksi Aeromonas
e. Bakteri, Parasit atau Virus :Golongan vibrio, E.coli, Salmonella, Shigella, Giardia, lamblia, Entamuba histolytca, Protozoa, Ascaris Strongyloides, Adenovirus, Rotavirus Norwalk + Norwalk like agent, Bacilus Cereus, Clostridium Periscens, Blastssistis huminis, Cryptosparidiu Balantidium coli, Cacing perut, Trichuris, Camfylobacter, Staphilococusaurfus, Clostridium perfricens, Ikan
f. Sebab-sebab lain: Algame, Buah-buahan, Sayur-sayuran, Jazad Renik

Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minunan yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare perilaku tersebut antara lain :
a) Tidak memberikan ASI ( Air Susu Ibu ) secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan Pada bayi yang tidak diberi ASI risiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar.
b) Menggunakan botol susu , penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh Kuman , karena botol susah dibersihkan
c) Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak,
d) Menggunakan air minum yang tercemar . Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan di rumah, Perncemaran dirumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.
e) Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak,
f) Tidak membuang tinja ( termasuk tinja bayi ) dengan benar. Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sementara itu tinja binatang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

2. Faktor penjamu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare.
Beberapa faktor pada penjamu dapat meningkatkan insiden beberapa penyakit dan lamanya diare,yaitu :
a) Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun. ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti : Shigella dan vibrio cholerae
b) Kurang gizi beratnya Penyakit , lama dan risiko kematian karena diare meningkat pada anak-anak yang
menderita gangguan gizi terutama pada penderita gizi buruk.
c) Campak. Diare dan disentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak dalam waktu 4 minggu terakhir. hal ini sebagai akibat dari penurunan kekebalan tubuh penderita.
d) Imunodefesiensi /Imunosupresi. Keadaan ini mungkin hanya berlangsung sementara, misalnya sesudah infeksi virus ( seperti campak ) atau mungkin yang berlangsung lama seperti pada penderita AIDS, pada anak imunosupresi berat, diare dapat terjadi karena kuman yang tidak parogen dan mungkin juga berlangsung lama,
e) Segera Proposional , diare lebih banyak terjadi pada golongan Balita ( 55 % )

3. Faktor lingkungan dan perilaku :
Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan. Dua faktor yang dominan, yaitu sarana air bersih dan pembuangan tinja. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manusia. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula. Yaitu melalui makanan dan minuman, maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare.

PRINSIP TATALAKSANA PENDERITA DIARE
a) Mencegah terjanya dehidrasi
Mencegah terjadi nya dehidasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minum lebih banyak dengan cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin , kuah sayur, air sup.
Macam Cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada :
  • Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
  • Tersedianya cairan sari makanan yang cocok
  • Jangkauan pelayanan Kesehatan
  • Tersedianya oralit
Bila tidak mungkin memberikan cairan rumah tangga yang diajukan , berikan air matang.

b. Mengobati dehidrasi
Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat, yaitu dengan oralit. Bila terjadi dehidrasi berat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapi oral
c. Memberi makanan
Berikan makanan selama diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan makanan sesuai yang dianjurkan.
Anak yang masih mimun ASI harus lebih sering diberi ASI.
Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya.
Anak Usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna sedikit sedikit tetapi sering.
Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak.
d. Mengobati masalah lain
Apabila diketemukan penderita diare disertai dengan penyakit lain, maka diberikan pengobatan sesuai indikasi, dengan tetap mengutamakan rehidrasi.
Tidak ada Obat yang aman dan efektif untuk menghentikan diare.

PROSEDUR TATALAKSANA PENDERITA DIARE
Tergantung derajat dehidrasi
Terapi terdiri dari : Rencana terapi A, Rencana Terapi B, Rencana Terapi C

A. RENCANA TERAPI A
UNTUK MENGOBATI DIARE DIRUMAH
(Penderita diare tanpa dehidrasi )

CARA untuk MENGAJARI IBU :
Teruskan mengobati anak diare dirumah
Berikan terapi awal bila terkena diare lagi
MENERANGKAN TIGA CARA TERAPI DIARE DIRUMAH

1. BERIKAN ANAK LEBIH BANYAK CAIRAN DARIPADA BIASANYA UNTUK
MENCEGAH DEHIDRASI
Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan , seperti larutan oralit,makanan yang cair
(seperti sup,air tajin ) dan kalau tidak ada air matang . Gunakan larutan oralit untuk anak
seperti dijelaskan dalam kotak dibawah (catatan jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan
belum makan makanan padat lebih baik diberi oralit dan air matang dari pada makanan
yang cair ).
Berikan larutan ini sebanyak anak mau , berikan jumlah larutan oralit seperti dibawah.
Teruskan pemberian larutan ini hingga diare berhenti.

2. BERI ANAK MAKAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI
  • Teruskan ASI
  • Bila anak tidak mendapat ASI berikan susu yang biasa diberikan, untuk anak kurang dari6 bulan dan belum mendapat makanan padat , dapat diberikan susu
  • Bila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat maka :
- Berikan bubur bila mungkin dicampur dengan kacang-kacangan, sayur, daging atau ikan ,
tambahkan 1 atau 2 sendok teh, minyak sayur tiap porsi
- Berikan sari buah segar atau pisang halus untuk menanbahkan kalium
- Berikan makanan yang segar masak dan haluskan atau tumbuk makanan dengan baik
- Bujuk anak untuk makan , berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari
- Berikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan diberikan porsi makanan
tambahan setiap hari selama 2 minggu

3. BAWA ANAK KEPADA PETUGAS KESEHATAN BILA ANAK TIDAK MEMBAIK
DALAM 3 HARI ATAU MENDERITA SEBAGAI BERIKUT :
  • Buang Air besar cair lebih sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Rasa haus yang nyata
  • Makan atau Minum sedikit
  • Demam
  • Tinja berdarah

ANAK HARUS DIBERI ORALIT DIRUMAH BILA :
Setelah mendapat Rencana Terapi B atau C
Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan bila diare memburuk
Memberikan oralit kepada semua anak dengan diare yang datang ke petugas kesehatan
merupakan kebijaksaan pemerintah
JIKA AKAN DIBERI LARUTAN ORALIT DI RUMAH, TUNJUKKAN KEPADA
IBU JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN SETIAP HABIS BUANG AIR BESAR
DAN DIBERIKAN ORALIT YANG CUKUP UNTUK 2 HARI
JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN TIAP B.A B
JUMLAH ORALIT YANG DISEDIAKAN DIRUMAH :
<1 tahun : 200 – 300 ml/hari
1-5 tahun : 300 – 400 ml/hari
> 5 Tahun :800 – 1000 ml/hari
Dewasa : 1200 –2800 ml / hari

Tunjukkan kepada ibu cara memberikan oralit
Berikan sesendok teh tiap 1-2 menit untuk anak dibawah umur 2 tahun
Berikan beberapa teguk dari gelas untuk anak lebih tua
Bila anak muntah, tunggulah 10 menit kemudian berikan cairan lebih lama ( misalnya
sesendok tiap 2-3 menit
Bila diare berlanjut setelah oralit habis beritahu ibu untuk memberikan cairan lain
seperti dijelaskan dalam cara pertama atau kembali kepada petugas kesehatan untuk
mendapat tambahan oralit.

RENCANA TERAPI B
UNTUK TERAPI DEHIDRASI RINGAN/SEDANG
JUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN DALAM 3 JAM PERTAMA
Bila berat badan anak tidak diketahui dan atau untuk memudahkan di lapangan berikan oralit
sesuai tabel dibawah ini :

  • Umur <1>Jumlah ORALIT 300 ml
  • 1 – 4 Tahun : Jumlah ORALIT 600 ml
  • > 5 Tahun : Jumlah ORALIT 1200 ml
  • Dewasa : Jumlah ORALIT 2400 ml

Bila anak menginginkan lebih banyak oralit berikanlah
Bujuk ibu untuk meneruskan ASI
Untuk bayi dibawah 6 bulan yang tidak mendapat ASI berikan juga 100-200 ml air masak
selama masa ini ORALIT yang diberikan dihitung dengan mengalikan berat badan penderita
( kg ) dengan 75 ml
AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU MEMBERIKAN ORALIT
Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan
Tunjukan cara memberikannya sesendok the tiap 1 –2 menit untuk anak di bawah 2 tahun
beberapa teguk dari cangkir untuk anak yang lebih tua
Periksa dari waktu bila ada masalah
Bila anak muntah tunggu 10 menit dan kemudian teruskan pemberian oralit tetapi lebih
lambat, misalnya sesendok tiap 2 –3 menit
Bila kelopak mata anak bengkak hentikan pemberian oralit dan air masak atau ASI beri
oralit sesuai Rencana tetapi A bila pembengkakan telah hilang

SETELAH 3-4 JAM NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN BAGAN PENILAIAN
KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A , B ATAU C UNTUK MELANJUTKAN TERAPI
  • Bila tidak ada dehidrasi , ganti ke rencana terapi A, Bila dehidrasi telah hilang anak biasanya kemudian mengantuk dan tidur
  • Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/sedang ulang Rencana terap B , tetapi tawarkan makanan susu dan sari buah seperti rencana terapi A
  • Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat ganti dengan rencana terapi C

BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM SELESAI RENCANA TERAPI B
  • Tunjukkan jumlah orait yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah
  • Berikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi seperti dijelaskan dalam rencana terapi A
  • Tunjukkan cara melarutkan oralit
  • Jelaskan 3 cara dalam rencana terapi A untuk mengobati anak dirumah
  • Memberikan oralit atau cairanlain hingga diare berhenti
  • Memberi makan anak sebagaimana biasanya
  • Membawa anak ke petugas kesehatan.

C. RENCANA TERAPI C
UNTUK DEHIDRASI BERAT


23 Februari 2009

STANDAR PELAYANAN MINIMAL

STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BIDANG KESEHATAN

kutipan dari : PERMENKES RI No. : 741/MENKES/PER/VII/2008

Dalam peraturan Permenkes ini yang dimaksud dengan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan selanjutnya disebut SPM Kesehatan adalah tolok ukur kinerja pelayanan kesehatan yang diselenggarakan daerah kabupaten/kota.
Pelayanan dasar kepada masyarakat adalah fungsi pemerintah dalam memberikan dan mengurus keperluan kebutuhan dasar masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat.
Kabupaten/kota menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai SPM Kesehatan.
SPM Kesehatan sebagaimanan dimaksud berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan beserta indikator kinerja dan target tahun 2010 - tahun 2015 yang meliputi :

a. Pelayanan Kesehatan Dasar :
1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) adalah 95% pada tahun 2015
2. Cakupan Komplikasi kebidanan yang ditangani adalah 80% pada tahun 2015
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah 90% pada tahun 2015
4. Cakupan pelayanan nifas adalah 90% pada tahun 2015
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah 80% pada tahun 2010
6. Cakupan kunjungan bayi adalah 90% pada tahun 2010
7. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah 100% pada tahun 2010
8. Cakupan pelayanan anak balita adalah 90% pada tahun 2010
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada anak 6 - 24 bulan keluarga miskin adalah 100% pada tahun 2010
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan adalah 100% pada tahun 2010
11. Cakupan penjarinagan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah 100% pada tahun 2010
12. Cakupan peserta KB aktif adalah 70% pada tahun 2010
13. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit adalah 100% pada tahun 2010
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin adalah 100% pada tahun 2015

b. Pelayanan Kesehatan Rujukan :
1. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin adalah 100% pada tahun 2015
2. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan saranan kesehatan (Rumah Sakit) di Kabupaten/Kota adalah 100% pada tahun 2015

c. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa/KLB :
Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24>
d. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat :

Cakupan Desa Siaga Aktif adalah 80% pada tahun 2015



16 Februari 2009

STRUKTUR ORGANISASI UPTD YANKES PANGALENGAN

HOT NEWS UPTD YANKES PANGALENGAN

Puskesmas DTP Pangalengan
Awal Tahun 2009

Puskesmas DTP Pangalengan di UPTD Yankes Pangalengan rencananya akan di bangun pada akhir tahun 2009 ini. Maka suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi seluruh staf dan petugas yang bekerja di wilayah kerja UPTD Pangalengan karena bangunan puskesmas DTP yang sekarang sudah banyak yang bocor dan rusak terutama pada musim hujan tahun ini.

Adapun lokasi puskesmas yang strategis karena berbatasan dengan Kabupaten Garut dan merupakan salah satu jalur wisata wilayah selatan Kabupaten Bandung.

Mengingat pula letak geografis wilayah Kecamatan Pangalengan yang cukup jauh dari perkotaan sangat dimungkinkan untuk pengembangan puskesmas ini di masa depan sebagai pusat penggerakan dan pelayanan kesehatan utama bagi masyarakat wilayah kecamatan Pangalengan sehingga dapat dirasakan manfaatnya.

Harapannya semoga dengan dibangunnya gedung baru nanti akan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Pangalengan yang lebih tinggi lagi dan seluruh masyarakat Pangalengan dapat mengupayakan kesehatannya secara mandiri terutama dalam hal preventif dan promotif di bidang kesehatan.

22 Desember 2008

HKN Ke-44 DINKES KAB. BANDUNG 2008

KEGIATAN

BHAKTI SOSIAL HARI KESEHATAN NASIONAL KE-44

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2008

Tema : “RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT”

Kesehatan merupakan anugrah Tuhan yang tidak ternilai harganya maka kewajiban kita untuk menjaganya, bila kita sehat maka kita akan mudah melakukan berbagai aktivitas sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Sedangkan bila kita sakit kita tidak mudah melakukan aktivitas sehingga produktivitas akan menurun, kondisi sakit selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain, pekerjaan yang harus ditangani harus digantikan orang lain yang hasilnya tentu tidak sama bila kita menanganinya sendiri.

Isu kesehatan menjadi penting ditengah persaingan global yang menyesakan karena ketidaksiapan menghadapinya, penyakit jiwa dan mental bisa seiring dan sejalan dengan penyakit fisik akibat kemiskinan, lingkungan kotor dan kumuh, serta ketidakmampuan masyarakat untuk membiayai upaya kesehatan atau ongkos berobat pada waktu sakit.

Isu kesehatan pun tidak hanya menjadi konsumsi di negara miskin dan berkembang, tetapi juga di negara maju dan kaya karena menyangkut produktivitas bangsa baik secara sosial maupun ekonomis, dan berpengaruh pada kualitas bangsa serta kemajuan sebuah negara.

Oleh karena itu peran pemerintah, masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ke tingkat optimal bahkan maksimal.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan diperlukan upaya pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan akses pelayanan kesehatan itu sendiri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Adapun peran pemerintah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan dan tercapainya tujuan tersebut diatas.

Pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah sudah banyak diluncurkan dan secara optimal telah dirasakan manfaatnya mulai dari pembangunan fisik seperti Puskesmas dan jaringannya (Pustu, Polindes, Posyandu,dll) sampai ke tingkat pedesaan. Maupun program-programnya yang meliputi Basic-6 ( Balai Pengobatan, Imunisasi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Promosi Kesehatan, Gizi dan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan) juga program pengembangan kesehatan lainnya seperti UKS/UKGS, Kesehatan Mata, Kesehatan Kerja, Kesehatan Jiwa, Lansia dsb.

Sedangkan peran masyarakat dalam tahun terakhir ini selain menjadi motivator dan fasilitator dalam bidang kesehatan juga dapat berperan aktif dan membantu upaya pemerintah dalam menunjang pendanaan bidang kesehatan sebagi wujud kepedulian dan responsibilitas terhadap penanggulangan masalah kesehatan yang semaikin beragam serta secara langsung maupun tidak langsung telah dipengaruhi masalah global dan nasional di segala aspek (politik, ekonomi, keamanan dan hukum) seperti meningkatnya harga BBM, krisis keuangan dunia dan kemiskinan.

Dengan upaya pembangunan kesehatan di atas, arti kesehatan yang sesungguhnya sesuai dengan Undang-Undang No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan dapat terwujud, yaitu keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Dengan dermikian kami berharap dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke – 44 yang bertema : “RAKYAT SEHAT, KUALITAS BANGSA MENINGKAT”, semua kegiatan yang akan dilaksanakan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam UPAYA KESEHATAN YANG MANDIRI serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang manfaat kesehatan yang terlihat dalam teladan dan promosi kesehatan dalam seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan.

Terakhir kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termaksud atas segala bentuk partisipasi yang akan disampaikan melalui panitia BHAKTI SOSIAL HARI KESEHATAN NASIONAL KE – 44 DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG tahun 2008.


I. TUJUAN

1. MENINGKATKAN UPAYA DINAS KESEHATAN DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG YANG SEHAT MANDIRI SEHINGGA KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MENINGKAT.

2. MENINGKATKAN KERJASAMA DINAS KESEHATAN DENGAN SELURUH INSTITUSI KESEHATAN DI KABUPATEN BANDUNG.

3. MENINGKATNYA PERAN SERTA AKTIF MASYARAKAT UMUM DALAM UPAYA KESEHATAN YANG MANDIRI.

4. MENINGKATNYA PERAN SERTA DAN RESPONSIBILITAS SOSIAL DARI PENGUSAHA ATAU PIHAK SWASTA DALAM RANGKA MENUNJANG KEBERHASILAN PROGRAM-PROGRAM KESEHATAN DI KABUPATEN BANDUNG.

5. MENINGKATNYA KESADARAN MASYARAKAT TENTANG MANFAAT KESEHATAN YANG TERLIHAT DALAM TELADAN DAN KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN YANG AKAN DILAKSANAKAN.

II. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

TEMPAT : GEDUNG ABIKUSNA JL. RAYA KOPO BIHBUL

WAKTU : 4-15 NOVEMBER 2008

KEGIATAN PUNCAK : 12 NOVEMBER 2008

III. JADWAL RENCANA KEGIATAN

KEGIATAN I ( 4 - 9 NOVEMBER 2008 ) :

A. LOMBA OLAH RAGA :

Tempat : GOR di UPTD Yankes Kec. CIPARAY

1. BULUTANGKIS

2. TENIS MEJA

3. FUTSAL

Waktu : 4 – 7 Nopember 2008

Koodinator : UPTD YANKES KEC. CIPARAY

B. SEMINAR KESEHATAN UMUM:

LOKASI : GD. ABIKUSNA BIHBUL

TARGET : 200 ORANG

WAKTU : MINGGU, 9 NOPEMBER 2008

Pendaftaran : MASING-MASING UPTD YANKES KECAMATAN

Koodinator : DINKES dan IDI

Tema : 1. “SISTEM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG DI

ERA TRANFARANSI, GLOBALISASI DAN INFORMASI

PEMBICARA : STAF AHLI DEPKES

2. UPDATE dan Animasi : “PENYAKIT KAKI GAJAH (Elefantiasis) MASALAH DETEKSI DINI DAN PENANGANANNYA DI KABUPATEN BANDUNG”

Akreditasi : 2 SKP

KEGIATAN II (12 NOVEMBER 2008) PUNCAK KEGIATAN :

1. KHITANAN MASAL

LOKASI : GEDUNG ABIKUSNA BIHBUL

TARGET : 31 ORANG

WAKTU : 12 NOPEMBER 2008

Pendaftaran : MASING-MASING UPTD YANKES KECAMATAN

Koodinator : dr. H. Yani Sumpena, MHKes dan UPTD BIHBUL

2. PANGGUNG HIBURAN SEHAT

LOKASI : HALAMAN GD ABIKUSNA BIHBUL

WAKTU : 12 NOPEMBER 2008

Koodinator : Sie Acara dan UPTD BIHBUL

KEGIATAN III (8 DAN 15 NOPEMBER 2008) :

1. AKSI DONOR DARAH

LOKASI : PUSKESMAS DTP PANGALENGAN

TARGET : 50 ORANG

WAKTU : 8 NOPEMBER 2008

Pendaftaran : MASING-MASING UPTD YANKES KECAMATAN

Koordinator : PMI KAB BANDUNG (dr. Hendra)

2. OPERASI KATARAK

LOKASI : RSU SOREANG

TARGET : 30 ORANG

WAKTU : 8 NOPEMBER 2008

SCREENING : MASING-MASING UPTD YANKES KECAMATAN

KOORDINATOR : RSUD Soreang dan DINKES KAB BANDUNG

3. OPERASI BIBIR SUMBING

LOKASI : PUSKESMAS DTP BANJARAN NAMBO atau RSI AL IHSAN

TARGET : 40 ORANG. UMUR TIDAK DITENTUKAN

WAKTU : 15 NOPEMBER 2008

Pendaftaran Sasaran : MASING-MASING UPTD YANKES KECAMATAN

Koordinator : UPTD Yankes Arjasari/Banjaran dan RS SBIH