14 September 2009









BOSCHA GUEST HOUSE AKIBAT GEMPA


Bangunan Boscha Guest House pun tak luput dari goncangan Gempa 2 September 2009 yang berkekuatan 7,3 SR.

ASI wajib diutamakan Dalam keadaan Darurat

Liputan6.com, Jakarta:Bayi dan anak-anak berusia di bawah dua tahun masih membutuhkan asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan mereka. Caranya, yakni dengan pemberian air susu ibu (ASI). Dalam hal ini, Ketua AIMI, Mia Sutanto, angkat bicara. "Jika dalam situasi darurat, ASI wajib diutamakan. Nilai gizi dan higienitasnya tidak dapat dibandingkan dengan susu formula atau makanan pengganti ASI apapun," ujar Mia Sutanto melalui siaran persnya.

Menurut Mia, penggunaan susu formula atau MPASI yang tidak tepat, bisa membahayakan kesehatan anak. "Pada bayi dan bawah dua tahun misalnya, bisa saja kena diare, infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA, dan yang terparah kematian," jelasnya.

Lebih jauh, Mia menambahkan, untuk mengantisipasi kondisi darurat bagi bayi dan balita, dua lembaga dunia yakni UNICEF dan WHO di Indonesia, bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah mengeluarkan Rekomendasi Bersama tentang Pemberian Makan Bayi pada Situasi Darurat. Menyusui menjadi amat penting saat bencana, karena sangat terbatasnya sarana untuk mempersiapkan susu formula seperti air bersih, bahan bakar, dan juga persediaan susu formula yang jumlahnya mungkin tidak memadai.

Untuk itu, pihak AIMI beserta organisasi dan masyarakat mengimbau para ibu-ibu yang masih memiliki anak usia bayi di tempat pengungsian agar selalu memberikan ASI.(BJK/LUC)

09 September 2009

Kami Korban Gempa di Pangalengan, 2 September 2009


Halaman Puskesmas Yang dijadikan
tempat evakuasi dan penampungan korban sementara

Salah Satu Ruang Perawatan Puskesmas Yang
Hancur dan rubuh



Gedung Puskesmas yang porak poranda
Beberapa menit pasca gempa 2 - 9 - 2009


Diperkirakan Gempa yang dirasakan di Pangalengan kali ini adalah yang terdahsyat sepanjang beberapa dasawarsa.
Gempa telah merenggut korban meninggal sedikitnya 8 orang. Ratusan luka berat, sedang dan ringan.
Telah meluluh lantahkan Puskesmas DTP kami dan 2 puskesmas lainnya di Pangalengan. Hampir semua Polindes hancur, termasuk rumah dinas dokter, perawat dan rumah bidan desa.
Sebagian besar rumah tinggal petugas kami yang berdominisili di Pangalengan banyak yang mengalami rusak berat.
Diperkirakan jumlah rumah yang rusak sekitar 8.000 rumah.